Selasa, 18 Februari 2014

Contoh Materi Penyuluhan Agama Katolik untuk Kategori Masyarakat Umum

Yesus mewartakan Kerajaan Allah
(ilustrasi: mely-phoenix7aurora.blogspot.com/
Di bawah ini disajikan contoh materi penyuluhan agama Katolik untuk kategori Masyarakat Umum. Materi ini merupakan hasil pertemuan penyusunan materi penyuluhan agama Katolik yang diikuti para penyuluh agama Katolik PNS sebanyak 30 orang dari berbagai Provinsi di Indonesia di Bogor dari tanggal 25 s.d. 30 Agustus 2013
===================
HIDUP DALAM SEGALA KELIMPAHAN

Proses Penyuluhan:
LAGU PEMBUKAAN: ...............(Dengan Gembira, PS 319)

TANDA SALIB


SALAM PEMBUKAAN
Semoga Allah, Sumber segala harapan, melimpahkan penghiburan iman kepada kita sekalian.
Sekarang dan selama-lamanya...

TEMA

Selamat..... Bapak, Ibu, Saudara/i sekalian yang kami kasihi dalam Kristus. Pertemuan kita kali ini akan mengusung tema KELIMPAHAN HIDUP. Semoga dari tema ini kita nantinya akan mendapatkan pemahaman yang relatif lebih baru tentang makna sesungguhnya kelimpahan hidup menurut Yesus dalam Yoh. 10:10.

PEMERIKSAAN BATHIN

Agar pantas dan layak kita mengundang Tuhan dalam kegiatan ini, marilah kita menyesali semua dosa dan kesalahan kita. Hening sejenak....Saya Mengaku...

ABSOLUSI: 

Semoga Allah yang Maha Rahim, mengampuni dosa-dosa kita serta berkenan menganugerahkan kepada kita kehidupan yang kekal. Amin.

DOA PEMBUKAN:

Allah Bapa, Sumber Pengaharapan kami. Kepada-Mu kami haturkan sembah dan syukur kami atas setiap anugerah dan rahmat yang kami terima. Kami mohon, kiranya Engkau berkenan untuk hadir bersama kami saat ini agar kami mampu menyelami kehendak-Mu bagi hidup kami melalui kegiatan penyuluhan yang saat ini kami laksanakan. Kiranya kegiatan ini menjadi satu pujian bagi nama-Mu, kini dan sepanjang Masa. Amin

PENYAMPAIAN MATERI PENYULUHAN

Pertanyaan Pretest: 

- Apa perasaan anda setelah menyimak video tadi?

- Apakah Nick menurut Anda hidup dalam kelimpahan?

- Apa yang Anda ketahui tentang Hidup dalam Kelimpahan?

- Menurut Anda, apakah yang harus kita lakukan jika ingin hidup dalam Kelimpahan? 
Menguraikan Materi: 

Yoh 10:10

..........Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


KELIMPAHAN HIDUP

Lebih Dari Sekadar Kekayaan Material-Finansial



Setelah kita memahami ilmu (resep / kunci / kiat)-nya, kita tahu bahwa kelimpahan harta benda dan uang yang kita inginkan pasti dapat diperoleh. Tetapi, hanya menginginkan dan memperoleh kelimpahan harta benda dan uang semata pasti akan membuat kita tetap merasa kekurangan. Kita akan merasa bahwa apa yang kita inginkan dalam hidup kita belum seutuhnya terpenuhi. Kita akan merasa bahwa masih ada hal lain yang juga kita butuhkan namun belum kita miliki. Bahkan, hanya menginginkan kelimpahan harta benda dan uang semata bisa menyesatkan.



Karena itu, kita perlu menyesuaikan atau menyelaraskan persepsi kita dengan pengertian ”kaya” sebagaimana dimaksud oleh Tuhan Yesus. ”Kekayaan” sebagaimana dimaksud oleh Tuhan jauh melampaui kelimpahan harta benda dan uang semata. Di samping kelimpahan harta benda dan uang, kita bisa dan boleh mencari, mendapatkan, dan menikmati bentuk-bentuk kekayaan yang lain, karena Tuhan justru menghendaki agar kita mempunyai hidup dalam segala kelimpahan, dalam segala bentuk kekayaan (bdk. Yoh.10:10 – Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan; sangat jelas dan eksplisit bahwa Tuhan tidak menghendaki kita hidup dalam serba kekurangan atau hanya memiliki salah satu bentuk kekayaan saja; sebaliknya, Tuhan menghendaki agar kita mempunyai hidup dalam segala kelimpahan, mempunyai hidup dalam segala kekayaan).

Maka dari itu, kita perlu mengenal jenis-jenis kekayaan yang lebih dari sekadar kelimpahan harta benda dan uang, yaitu jenis-jenis kekayaan yang kekal dan agung, yang meliputi juga kekayaan spiritual dan kekayaan mental. Kekayaan yang kekal dan agung ini justru harus kita miliki seluruhnya dan seutuhnya; bukan karena serakah, tetapi karena -kalau kita hanya mengejar salah satu jenis kekayaan- kekayaan yang kekal dan agung justru tidak dapat kita miliki dan kita nikmati.

“Hidup dalam segala kelimpahan” mencakup:

Kekayaan2 Agung dan Kekal yakni:

Kekayaan Spiritual
a. Iman
b. Pengharapan
c. Kasih

Kekayaan Mental
a. Sikap Mental Positif
b. Kedamaian Pikiran
c. Keterbukaan Pikiran
d. Disiplin Diri
e. Kemampuan Memahami Orang Lain
f. Kemampuan Membina Hubungan Manusia dalam Keselarasan “Hidup dalam segala kelimpahan” ………

Kekayaan Material

a. Kesehatan Fisik
b. Keamanan Ekonomis (Kemakmuran Material-finansial).

Penjelasannya:

1. Kekayaan Spiritual

Tidak ada keberhasilan besar dan terus-menerus yang dicapai atau dapat dicapai oleh seseorang kecuali orang tersebut mengakui dan menggunakan kekuatan spiritual. Kekuatan spiritual, walaupun tidak nampak / tidak berwujud, merupakan yang terbesar dari semua kekuatan.

Kekayaan Spiritual ……….

a. Iman 

Iman merupakan kekayaan, karena Iman adalah kekuatan adikodrati (supernatural) yang memungkinkan manusia memperoleh apa saja yang dipercayainya dapat diperolehnya, bahkan kekayaan surgawi sekalipun. Iman adalah kekuatan misterius yang menakjubkan, yang mencengangkan banyak ilmuwan selama berabad-abad, karena:

Kekayaan Spiritual: Iman …………

Dengan Iman, seseorang dapat mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh semua uang yang ada di dunia ini;

Iman adalah kekuatan yang tiada bandingnya dan tidak mengenal kata “mustahil”;

Iman adalah dasar dari semua yang dinamakan keajaiban, mukjijat, dan dari banyak misteri yang tidak dapat dijelaskan oleh logika atau ilmu pengetahuan;

Iman memungkinkan kita untuk mencapai apa saja yang dapat kita pahami dan kita yakini;

Kekayaan Spiritual: Iman ………


Dengan Iman, pikiran seseorang dapat berhubungan secara langsung dengan sumber besar universal, yaitu Intelegensi Tanpa Batas Sang Pencipta Yang Maha Kaya dan Maha Pemurah;

Melalui Iman, Intelegensi Tanpa Batas Sang Pencipta memberikan bimbingan kepada seseorang menuju semua hal yang diinginkannya; kekuatan bimbingan Intelegensi Tanpa Batas Sang Pencipta ini tidak akan membawa sesuatu yang diinginkan seseorang, melainkan akan membawa orang tersebut pada pencapaian obyek yang diinginkannya; 

Kekayaan Spiritual: Iman …………

Jika dipadukan dengan doa, Iman menjadi “bahan kimia” spiritual yang memberikan hubungan langsung dan cepat antara seseorang dengan Intelegensi Tanpa Batas Sang Pencipta;

Melalui Iman, yang dapat disebut “dorongan utama jiwa”, maksud-maksud, hasrat, dan tujuan seseorang dapat diterjemahkan / dijelmakan menjadi kenyataan fisik atau finansial;

Iman membimbing semua usaha manusia yang konstruktif, merupakan penyebab utama dari semua kemajuan manusia, dan benteng utama peradaban;

Kekayaan Spiritual: Iman …………

Iman adalah sebab paling mendasar dari perkembangan peradaban yang mengarah pada kebebasan setiap manusia;

Iman memberikan kekuatan, inspirasi, dan tindakan bagi pikiran yang positif;

Iman adalah kekuatan yang menyebabkan pikiran yang positif menjadi sebuah “elektro magnet” yang secara pasti menarik imbangan fisik dari pemikiran yang diekspresikannya;

Iman memberikan kepanjangan akal daya kepada pikiran yang memungkinkan pikiran untuk memanfaatkan semua yang datang kepadanya;

Kekayaan Spiritual: Iman …………

Iman mengenali kesempatan-kesempatan yang baik dalam setiap keadaan hidup seseorang dan dapat menyediakan cara untuk mengubah kegagalan ataupun kekalahan menjadi keberhasilan;

Iman memungkinkan orang untuk menembus ke dalam rahasia-rahasia Alam dan memahami bahasa Alam seperti diekspresikan dalam semua hukum alam;

Kekayaan Spiritual: Iman …………

Iman adalah tanah subur dari kebun pikiran manusia di mana dapat dihasilkan semua kekayaan hidup;

Iman adalah “multivitamin abadi” yang memberikan kekuatan kreatif dan tindakan bagi impuls pikiran;

Iman adalah kekuatan yang mampu mengangkat orang-orang kecil dan sederhana ke tingkat keagungan;

Iman adalah ungkapan rasa terima kasih atas hubungan manusia dengan Penciptanya.

Kekayaan Spiritual …………..

b. Pengharapan 

Pengharapan merupakan kekayaan, karena:
Kekayaan Spiritual: Pengharapan ………….
Pengharapan adalah pelopor dari Iman;
Pengharapan menguatkan seseorang dalam masa darurat, di mana –tanpa pengharapan- ketakutan akan mengambil alih;
Pengharapan adalah dasar dari bentuk kebahagiaan yang paling dalam;
Pengharapan membuat jiwa manusia berjaga-jaga dan aktif, serta membebaskan jalur komunikasi seseorang dengan Intelegensi Tanpa Batas Sang Pencipta;

Kekayaan Spritual: Pengharapan ………….

Pengharapan adalah agen dan dekorator ilahi untuk bentuk-bentuk kekayaan hidup lainnya;
Pengharapan adalah ibu yang melahirkan tindakan, antusiasme, vitalitas, optimisme, kegigihan, keuletan, dan banyak lainnya, di mana dengan ini semua, kita dapat mentransformasikan keinginan menjadi kenyataan fisik / material.

Kekayaan Spiritual ……………

c. Kasih

Kasih merupakan kekayaan, karena:
Kekayaan Spiritual: Kasih ………..
Tidak ada manusia yang lebih kaya daripada dia yang melakukan pekerjaan atas dasar kasih dan yang sibuk melibatkan diri dalam pelaksanaannya, karena pekerjaan yang dilakukan tanpa mengharapkan bayaran merupakan bentuk tertinggi dari pengungkapan keinginan manusia. 
Kekayaan Spiritual: Kasih ………..


Pekerjaan adalah perantara antara tuntutan dan pemenuhan semua kebutuhan manusia, pelopor dari semua kemajuan manusia, media pewujudan imajinasi manusia. Semua pekerjaan yang dilakukan atas dasar kasih bersifat suci, karena pekerjaan itu mendatangkan sukacita pengungkapan diri (aktualisasi diri) bagi orang yang melakukannya. 
Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Jika seseorang melakukan hal yang paling dia sukai, maka hidupnya akan diperkaya, jiwanya akan dipenuhi, dia akan menjadi inspirasi untuk Pengharapan dan Iman, juga dia akan menjadi dorongan semangat bagi semua orang yang berhubungan dengannya (relasi-relasinya). 
Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Sukacita karena keterlibatan dalam pekerjaan yang dilakukan atas dasar kasih adalah obat paling mujarab bagi kemurungan jiwa, frustrasi, dan ketakutan; dan itu merupakan pembangun dari kesehatan fisik yang tiada taranya.

Kekayaan Spiritual: Kasih ………..
Seseorang yang tidak mempelajari seni membagi berkat dengan orang lain tidak menemukan jalan yang benar menuju kebahagiaan yang abadi, karena kebahagiaan hanya timbul dari membagi berkat dirinya. 

Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Kebahagiaan terletak bukan pada memiliki, tetapi pada melakukan, yaitu membagikan berkat-berkatnya (mengaktualisasikan / menyatakan kemurahan hatinya). 

Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Jika hasrat atau dorongan seseorang untuk meminta atau mengharapkan imbalan masih lebih besar ketimbang hasrat atau dorongan untuk memberi dan membagi berkat, maka orang tersebut belum benar-benar kaya. Hanya orang yang memiliki hasrat atau dorongan untuk memberi dan membagi berkatlah yang benar-benar kaya.

Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Ruangan yang ditempati seseorang di dalam hati orang lain sangat ditentukan oleh pelayanan yang diberikan orang itu melalui suatu bentuk berbagi. Semua kekayaan dapat ditambahkan atau dilipatgandakan dengan proses berbagi yang sederhana, apabila kekayaan itu berguna bagi orang lain (bdk. Kisah Lima Roti dan Dua Ikan yang mampu memberikan kekenyangan kepada ribuan orang di Mat 14:13-21, ”Yesus memberi makan lima ribu orang”; atau paralelnya: Mrk 6:30-44, Luk 9:10-17, atau Yoh 6:1-15). 

Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Tentu saja ada batas dalam hal pemberian fisik, namun semangat membagi berkat, semangat kemurahan hati, tidak ada habisnya. Kelalaian atau penolakan untuk membagi berkat adalah cara yang pasti untuk memutuskan jalur komunikasi antara seorang manusia dan jiwanya. 

Kekayaan Spiritual: Kasih ………..

Kasih adalah dorongan dari dalam diri (hati / pikiran) seseorang untuk membahagiakan dan memuliakan orang lain. 

2. Kekayaan Mental:

a. Sikap Mental Positif

Semua kekayaan, termasuk juga kekayaan material / finansial, dimulai sebagai suatu kondisi mental (pikiran). Sebaliknya, yaitu tiadanya kekayaan, termasuk tiadanya kekayaan material / finansial, juga dimulai sebagai suatu kondisi mental (pikiran). 

Kekayaan Mental: Sikap Mental Positif ……….

Sikap mental seseorang memiliki daya magnetik yang menarik kepadanya materi yang setara dengan semua ketakutan, keinginan, keraguan, dan keyakinan. Sikap mental juga merupakan faktor yang menentukan apakah doa seseorang mendatangkan hasil negatif atau positif. Sikap mental tidak lain adalah sebab kecil untuk sesuatu yang menakjubkan. Sikap mental negatif akan menarik kondisi-kondisi negatif (kemiskinan, kesengsaraan, kegelisahan, kegagalan, frustrasi, dll.); 

Kekayaan Mental: Sikap Mental Positif ……….

sedangkan sikap mental positif akan menarik kondisi-kondisi positif (kekayaan, kebahagiaan, kedamaian hati, kegembiraan, keberhasilan, optimisme, dll.). Karena daya tariknya yang kuat dalam mendatangkan kondisi-kondisi positif inilah sikap mental positif merupakan sebuah kekayaan.

Kekayaan Mental ……….

b. Kedamaian Pikiran (kebebasan dari ketakutan / kekuatiran)

Kedamaian pikiran merupakan kekayaan, karena tanpa kedamaian pikiran, seseorang tidak dapat benar-benar menjadi kaya. Kedamaian pikiran adalah lebih dari sekadar keadaan yang tenang. Kedamaian pikiran, pada saat yang sama, adalah tenang dan dinamis; atau, dapat dikatakan, dasar yang tenang dan dinamika hidup berada di atasnya.

Kedamaian pikiran mewujudkan dirinya dalam banyak cara, antara lain: 

Kedamaian pikiran adalah kebebasan dari kekuatan-kekuatan negatif yang dapat menguasai pikiran, dan kebebasan dari sikap negatif seperti kekuatiran dan perasaan rendah diri;

Kedamaian pikiran adalah kebebasan dari perasaan berkekurangan;

Kedamaian pikiran adalah kebebasan dari penyakit mental dan fisik jenis apa pun yang ditimbulkan oleh diri sendiri, yang secara kronis merendahkan kehidupan;

Kekayaan Mental: Kedamaian Pikiran ………..

Kedamaian pikiran adalah kebebasan dari semua ketakutan;

Kedamaian pikiran adalah kebebasan dari kelemahan umum manusia yang mencari sesuatu secara cuma-cuma;

Kedamaian pikiran adalah memiliki sukacita atas pekerjaan dan prestasi;

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan menjadi diri sendiri;

Kekayaan Mental: Kedamaian Pikiran ………..

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan memeriksa sikap terhadap kehidupan dan terhadap sesama manusia, dan selalu menyesuaikan sikap ini agar menjadi lebih baik;

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan menolong orang lain agar orang tersebut dapat menolong dirinya sendiri;

Kedamaian pikiran adalah kebebasan dari kecemasan tentang apa yang akan terjadi setelah meninggal;

Kekayaan Mental: Kedamaian Pikiran ………..

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan melakukan sesuatu melebihi tanggungjawab dalam semua hubungan antar sesama manusia;

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan berpikir dalam bentuk apa yang ingin dilakukan, dan bukannya memikirkan hambatan-hambatan yang mungkin menghalangi jalan; 

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan menertawakan kemalangan kecil yang mungkin dialami;

Kekayaan Mental: Kedamaian Pikiran ………..

Kedamaian pikiran adalah kebiasaan memberi sebelum memperoleh;

Dan seterusnya.

Kedamaian pikiran mencakup bidang yang luar biasa luas. 

Orang yang diperbudak oleh ketakutan / kekuatiran tidak dapat disebut kaya atau bebas. Ketakutan / kekuatiran adalah pertanda kejahatan, suatu penghinaan kepada Sang Pencipta yang telah memperlengkapi manusia dengan kemampuan untuk menolak apa saja yang tidak diinginkannya. 

Kedamaian pikiran ……….

Kita perlu selalu berusaha untuk mengamati secara mendalam jiwa kita dan untuk memastikan bahwa tidak satu pun ketakutan dasar bersembunyi di dalam diri kita. Apabila semua ketakutan diubah menjadi Iman, kita akan tiba pada titik dalam hidup kita di mana kita dapat menguasai pikiran kita sendiri;

Kekayaan Mental: Kedamaian Pikiran ………….

dan melalui penguasaan atas pikiran itu, kita dapat mencapai semua yang kita inginkan dalam hidup serta menolak semua yang tidak kita inginkan. Kedamaian hati hanya akan dialami, apabila semua jenis ketakutan telah ditaklukkan dan kekuatiran disingkirkan. Tanpa kebebasan dari ketakutan dan kekuatiran ini, tanpa kedamaian pikiran, jenis kekayaan hidup lainnya tidak akan berguna.

Kekayaan Mental: Kedamaian Pikiran ………….

Kedamaian pikiran membantu kita menjalani kehidupan kita sesuai dengan keperluan kita sendiri, dengan nilai-nilai yang kita pilih sendiri, sehingga setiap hari kehidupan kita menjadi semakin kaya dan semakin hebat.

Kekayaan Mental ……


c. Keterbukaan Pikiran

Pikiran yang terbuka menjaga seseorang secara abadi dalam proses pendidikan dan perolehan pengetahuan untuk dapat menguasai pikirannya dan mengarahkannya kepada pencapaian tujuan yang diinginkan. Pendidikan seseorang tidak akan pernah selesai. Hanya orang yang mempertahankan pikiran terbukalah yang benar-benar terpelajar, dan -dengan demikian- siap untuk menerima serta menggunakan semua bentuk kekayaan yang besar. 

Kekayaan Mental: Keterbukaan Pikiran

Pikiran yang terbuka adalah pikiran yang selalu dan setiap waktu toleran pada dan siap menerima semua hal, semua orang. 

Pikiran yang tertutup mengurangi dan memutuskan jalur komunikasi antara seseorang dengan Intelegensi Tak Terbatas Sang Pencipta. 

Kekayaan Mental: Keterbukaan Pikiran

Orang yang memiliki tujuan utama dalam hidupnya, tujuan yang mulia dan pasti, harus selalu belajar; dan dia harus belajar dari setiap sumber yang memungkinkan, terutama sumber-sumber yang dapat memberinya pengetahuan khusus dan pengalaman yang berhubungan dengan tujuan utamanya tersebut. 

Kekayaan Mental: Keterbukaan Pikiran

Orang yang memiliki tujuan utama dalam hidupnya membiasakan diri dengan penuh tanggungjawab untuk membaca buku-buku / bacaan-bacaan yang berhubungan dengan tujuan tersebut; dan dengan demikian, memperoleh pengetahuan penting yang berasal dari pengalaman orang lain yang telah mengalaminya / mengetahuinya terlebih dahulu.

Kekayaan Mental: Keterbukaan Pikiran

Program bacaan harus direncanakan secara cermat sebagai makanan sehari-hari; dan tanpa “makanan” itu, seseorang tidak dapat bertumbuh secara rohaniah. Membaca serampangan mungkin memberikan kesenangan, tetapi jarang bermanfaat bagi pencapaian tujuan utama seseorang.

Kekayaan Mental: Keterbukaan Pikiran

Selain bacaan, rekan-rekan atau relasi-relasi juga merupakan sumber pendidikan. Dengan memilih rekan-rekan atau relasi-relasi dengan cermat, seseorang dapat bersekutu dengan orang-orang yang dapat memberinya pendidikan bebas melalui percakapan biasa.

Kekayaan Mental ………..

d. Disipilin Diri

Disipilin diri adalah satu-satunya cara yang membuat seseorang dapat sepenuhnya menguasai pikirannya sendiri dan mengarahkannya kepada pencapaian akhir apa pun yang mungkin ia inginkan.

Kekayaan Mental: Disiplin Diri ……..

Orang yang tidak menguasai dirinya sendiri, yang tidak menjadi tuan atas dirinya sendiri, tidak akan pernah sukses menjadi tuan atau penguasa atas sesuatu di luar dirinya sendiri. Seseorang yang menjadi tuan atas dirinya dapat menjadi tuan atas peruntungannya sendiri di dunia, dan “Tuan atas Nasibnya, Kapten dari Jiwanya”.

Kekayaan Mental: Disiplin Diri ……..

Bentuk tertinggi dari disiplin diri tercakup di dalam pengungkapan kerendahan hati setelah seseorang mencapai kekayaan yang besar atau mendapatkan pengakuan yang luas atas pelayanan yang diberikan (kekayaan / popularitas / kemasyhuran / kehormatan yang telah diperolehnya tidak mampu mengambil alih posisi dan statusnya sebagai tuan atas dirinya sendiri). 

Kekayaan Mental ………..

e. Kemampuan untuk memahami orang lain

Orang yang dapat memahami orang lain mengetahui dan mengakui bahwa semua orang pada dasarnya adalah sama, yang berkembang dari tangkai yang sama. Dia juga tahu bahwa semua kegiatan manusia, baik atau buruk, diilhami oleh satu atau beberapa dari kesembilan motif hidup dasar (4 emosi & 5 hasrat).

Kekayaan Mental: Kemampuan untuk memahami ………..

Kesembilan motif dasar tersebut adalah:

Emosi Cinta
Emosi Seks
Hasrat untuk memperoleh kekayaan materi
Hasrat untuk menyelamatkan diri
Hasrat untuk memperoleh kebebasan pikiran dan tubuh
Hasrat untuk mengekspresikan diri
Kekayaan Mental: Kemampuan untuk memahami ………..
Hasrat untuk memperoleh kehidupan kekal setelah mati
Emosi Kemarahan
Emosi Ketakutan.

Kekayaan Mental: Kemampuan untuk memahami ………..

Orang yang dapat memahami orang lain terlebih dahulu harus memahami dirinya sendiri, karena -dalam kondisi-kondisi yang sama- motif-motif yang mengilhaminya untuk bertindak adalah motif-motif yang juga mengilhami orang lain untuk bertindak.

Kemampuan untuk memahami orang lain adalah dasar dari semua persahabatan, dasar dari semua keselarasan dan kerjasama di antara orang-orang, dan dasar dari segala bentuk kepemimpinan yang memerlukan kerjasama yang baik.

Kekayaan Mental ………..

f. Kemampuan membina hubungan manusia dalam keselarasan
Kekayaan Mental: Kemampuan membina hubungan ………..

Ada dua bentuk keselarasan, yaitu: 

1. keselarasan dengan diri sendiri; dan 
2. keselarasan dengan orang lain. 

Kekayaan Mental: Kemampuan membina hubungan ………..

Pertama-tama, seseorang harus menetapkan keselarasan di dalam dirinya sendiri lebih dahulu; dan untuk menetapkan keselarasan di dalam diri ini, perlu penguasaan atas ketakutan, pemeliharaan sikap mental yang positif, pelaksanaan tujuan utama dalam hidup. Jika seseorang berdamai dengan dirinya sendiri, dia tidak akan mendapatkan kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain dalam semangat keselarasan. 

Kekayaan Mental: Kemampuan membina hubungan ………..

Perselisihan dalam hubungan antara sesama manusia seringkali merupakan akibat dari kekacauan, frustrasi, ketakutan, dan keraguan di dalam diri seseorang yang memproyeksikan / memantulkan keadaan pikiran negatif ini pada orang lain, sehingga dengan demikian membuat keselarasan tidak mungkin tercapai. Keselarasan dengan orang lain dimulai dengan keselarasan dengan diri sendiri.

3. Kekayaan Material

a. Kesehatan Fisik
Tanpa kesehatan, kekayaan material / finansial seringkali kurang berarti dan tidak dapat dinikmati. Contoh: kisah Almarhum Bapak Tjoa Soen Tie (mantan Direktur Utama PT Surya Jaya Bhakti – Jakarta. Beliau yang relatif kaya raya secara material atau finansial mengaku tak bisa menikmati kekayaannya, karena sakitnya membuat dokter menyarankan agar sangat membatasi makanan dan aktivitasnya. Dalam kondisi tersebut, beliau merasa lebih membutuhkan dan menghargai kesehatan ketimbang kekayaan material / finansial-nya yang melimpah). 

Kekayaan Material: Kesehatan fisik ………

Dalam kondisi sakit, kita sering baru menyadari bahwa kesehatan juga merupakan sesuatu yang sangat berharga; bahkan –dalam situasi dan kondisi tertentu- lebih berharga ketimbang kelimpahan uang dan harta benda. Karena itu, sesungguhnya kesehatan juga merupakan sebuah bentuk kekayaan.

Kekayaan Material: Kesehatan fisik ………

Sebagai sesuatu yang sangat berharga, kesehatan tubuh atau fisik perlu dijaga dan dipelihara dengan olahraga dan makanan yang perlu serta istirahat yang cukup, agar selalu prima dalam menjelmakan / melahirkan kekayaan-kekayaan potensial (kekayaan spiritual dan kekayaan mental) serta menikmati sukacita yang menyertainya. 

Kekayaan Material ………….

b. Keamanan ekonomis (kemakmuran material / finansial) 

Keamanan ekonomis atau kemakmuran materi tidak dicapai dengan memiliki uang saja. Keamanan ekonomis, secara esensial dicapai melalui pelayanan yang diberikan seseorang, karena pelayanan yang berguna dapat diubah menjadi segala bentuk pemenuhan kebutuhan manusia, dengan atau tanpa menggunakan uang. 

Kekayaan Material: Keamanan ekonomis ………….

(Di daerah-daerah pelosok, banyak jasa dokter yang dibayar dengan hasil pertanian; saya sendiri juga mengenal beberapa orang yang dihadiahi saham dan kepercayaan untuk mengelola sebuah perusahaan sebagai imbalan atas pelayanan yang diberikan kepada majikannya; banyak atlet yang berprestasi dan memberikan kebanggaan kepada bangsa dihadiahi rumah mewah; dll.).

Penutup:

Sekarang kita telah memahami antitesis dari kemiskinan; kita telah mengetahui bahwa kesepuluh kekayaan pertama (butir 1a s/d 3a) berada di dalam jangkauan semua orang; dan mereka yang menerima serta menggunakannya akan dengan mudah menarik kekayaan kesebelas, yaitu keamanan / kebebasan ekonomis (kemakmuran material / finansial). 

Keamanan / kebebasan ekonomis (kemakmuran material / finansial) “hanyalah” konsekuensi fisik / material dari kekayaan spiritual dan kekayaan mental; dan untuk memiliki kekayaan spiritual maupun kekayaan mental, peluang tak terbatas dan gratis telah ditawarkan kepada setiap orang.

LAGU SELINGAN (O, Rahmat = PS 600) (Kreatif Bapak Ibu saja deh....)

PERTANYAAN POST TEST: 
Apakah yang Membedakan antara kelimpahan hidup versi manusia dan versi Tuhan (Yesus)? 
Apakah Syarat yg diperlukan untuk menggapai kondisi Hidup dalam Kelimpahan? 
Apakah aku sudah hidup dalam kelimpahan sesuai dengan misi Kristus? (Refleksif) 

PENEGUHAN:
Kedatangan Yesus tidak hanya untuk membebaskan kita dari kematian kekal setelah hidup di atas dunia ini. Yesus juga sebenarnya datang untuk menolong kita mengatasi penderitaan hidup duniawi seperti kesulitan ekonomi, pekerjaan, jodoh, karier, dllsb. Kuncinya ternyata harus memiliki mental positif yang didasarkan pada sikap percaya pada apa yang dikatakan Yesus sendiri, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10b). Dan, sebagaiman Nick di dalam tayangan yang kita saksikan tadi, kita juga diajak untuk membagikan “kelimpahan hidup” yang kita miliki kepada sesama yang lainnya, agar berkat Tuhan tidak berhenti hanya sampai pada diri kita.

DOA UMAT: 
Bagi Gereja: Ya Bapa, semoga Gereja-Mu semakin hari semakin terdorong untuk mengusahakan Hidup dalam Kelimpahan bagi seluruh jemaatnya. Kami Mohon.... 
Bagi Sri Paus: Ya Bapa, terangilah Bapa Paus kami.......... agar dalam menggembalakan Gereja-Mu selalu sesuai dengan kehendak-Mu terutama demi mewujudkan Hidup Berkelimpahan bagi segenap umat gembalaannya. Kami mohon.... 
Bagi Pemerintah Kami: Ya Bapa, tuntunlah juga para pejabat pemerintahan kami agar dalam menggariskan kebijakan publik, selalu mengedepankan prinsip kesejahteraan bersama dan bukannya golongan demi terciptanya kondisi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami mohon..... 
Bagi Kami Sendiri: Ya Bapa, semoga berkat penyuluhan yang baru saja kami lakukan dapat memampukan kami untuk semakin bersemangat mengusahakan kesejahteraan hidup yang merata, materiil maupun spirituil tidak saja bagi diri kami sendiri tapi juga bagi orang-orang yang kami jumpai dalam pengalaman hidup harian kami. Kami mohon.... 
Spontan diperbolehkan..... 

BAPA KAMI: 

Mari kita satukan doa dan permohonan kita dengan doa yang diwariskan Tuhan sendiri kepada kita


PENUTUP

Doa Penutup:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau berkenan mengenakan daging manusiawi demi bela rasa-Mu terhadap derita hidup kami umat manusia. Kami mohon kiranya misi mengusahakan hidup dalam kelimpahan bagi manusia yang berkenan di hadapan-Mu, bisa kami teruskan dalam kesaksian hidup kami di tengah masyarakat guna terciptanya kemakmuran yang bisa dinikmati dalam kebersamaan kami dengan mereka yang belum mengenal Dikau, Tuhan yang Meraja bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

BERKAT PENUTUP:

(+) Semoga kita sekalian, usaha2 kita dan cita-cita kita ke depan demi hidup berkelimpahan senatiasa diberkati oleh Allah yang Maha Murah: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin (+)

LAGU PENUTUP.... (Tingkatkan Karya serta Karsa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar